Wisata ke Tangkuban Perahu

|| || || Leave a comments
Wisatawan Tangkuban Perahu
Tangkuban Perahu (dieja Tangkuban Parahu di lokal dialek Sunda ) adalah sebuah gunung berapi aktif 30 km sebelah utara dari kota Bandung , ibukota provinsi Jawa Barat , Indonesia . Gunung ini terakhir meletus pada tahun 1959. Tangkuban Perahu merupakan wisata populer di mana wisatawan bisa berjalan kaki atau naik ke tepi kawah untuk melihat mata air panas dan lumpur mendidih dari dekat, dan membeli telur yang dimasak pada permukaan yang panas.  Tangkuban Perahu terletak di pulau Jawa dan terakhir meletus pada tahun 1983. Bersama dengan Gunung Burangrang dan Bukit Tunggul , mereka adalah sisa-sisa kuno Gunung Sunda setelah letusan Plinian yang menyebabkan kaldera runtuh.

Pada bulan April 2005, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan peringatan, melarang pengunjung naik ke gunung berapi. "Sensor di lereng dua gunung  Anak Krakatau di ujung selatan Sumatera dan Pulau Tangkuban Perahu di Jawa, telah memberikan sinyal peningkatan aktivitas vulkanik dari gunung Tangkuban Perahu.

Sejarah Letusan Tangkuban Perahu

Kawah Tangkuban Perahu
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2001 menetapkan bahwa Tangkuban Perahu telah meletus sedikitnya 30 kali dalam 40.750 tahun sebelumnya. Studi dari tephra lapisan dalam jarak 3 km dari kawah mengungkapkan bahwa dua puluh satu adalah letusan kecil dan sisanya sembilan adalah letusan besar. Letusan yang terjadi sebelum sekitar 10.000 tahun yang lalu adalah magmatik / phreatomagmatic . Letusan yang terjadi setelah 10.000 tahun yang lalu adalah freatik . Gunung berapi ini meletus baru-baru ini 21 Februari 2013.

Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Sangkuriang & Dayang Sumbi
Nama Tangkuban Perahu diterjemahkan dalam bahasa sunda yang artinya "perahu terbalik" dalam bahasa Sunda, mengacu pada legenda setempat penciptaannya. Cerita ini mengisahkan "Dayang Sumbi", seorang wanita yang cantik jelita yang berasal dari Jawa Barat. Dia membuang anaknya "Sangkuriang" karena ketidaktaatan, dan dalam kesedihannya diberikan kekuatan awet muda oleh para dewa. Setelah bertahun-tahun di pengasingan, Sangkuriang memutuskan untuk kembali ke rumahnya, Dan Sangkuriang tidak mengenali bahwa ibunya ialah Dayang Sumbi.

Sangkuriang jatuh cinta dengan Dayang Sumbi dan berencana untuk menikahinya, akan tetapi Dayang Sumbi mengenali tanda lahir Sangkuriang, dan mengetahui bahwa Sangkuriang itu ialah anak Kandungnya. Untuk mencegah pernikahan itu, Dayang Sumbi lalu meminta Sangkuriang untuk membangun sebuah bendungan di sungai Citarum dan untuk membangun sebuah perahu besar untuk menyeberangi sungai, dan semua itu harus selesai sebelum matahari terbit. Sangkuriang lalu bermeditasi dan memanggil jin-jin untuk membantunya menyelesaikan persyaratan yang di ajukan oleh Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi melihat bahwa tugas itu hampir rampung, karena khawatir Sangkuriang akan berhasil menyelesaikan persyaratannya, maka Dayang Sumbi meminta pekerja untuk menyebarkan kain sutra merah di sebelah timur kota, untuk memberikan kesan, bahwa fajar telah tiba, dan itu artinya tugas itu akan gagal. Sangkuriang tertipu, dan setelah percaya bahwa ia telah gagal, Sangkuriang Lalu menendang bendungan dan perahu yang belum selesai, mengakibatkan banjir parah dan menciptakan Tangkuban Perahu.

Tanah Lot Yang Menggumkan dan Memukau

|| || , || Leave a comments
Tanah Lot merupakan salah satu kuil directional penting di Bali . Candi ini terletak di atas batu yang ada di  lepas pantai.Hal ini dikatakan telah menjadi karya yang dihormati abad ke-15 oleh imam Hindu Nirartha dan membentuk elemen penting dari spirtualisme dan mitologi Bali.

Tanah Lot adalah tujuan wisata yang sangat populer dan seluruh wilayahnya sering kali sangat sibuk, terutama di sore hari bagi yang ingin menikmati matahari terbenam. Daerah Tanah Lot menyediakan parkir kendaraan yang mempunyai tarif Rp 5.000 per kendaraan, dan pantai yang berdekatan dengan candi adalah labirin toko-toko suvenir yang menjual hampir setiap perhiasan yang ada di Bali.

Setelah Anda berkeliling di Tanah Lot dan menyusuri jalan di sekitar toko-toko suvenir dan pantai, Anda akan melihat candi yang megah bertengger di atas batu dan hanya beberapa meter dari pantai. Ada jalan setapak ke daerah tebing untuk naik dan menikmati pemandangan dari candi dan melihat matahari terbenam yang sangat luar biasa.  Biaya masuk sebesar Rp 10.000.

Sejarah Tanah Lot


Tanah Lot berarti "Tanah di laut" dalam bahasa Bali .  Terletak di Tabanan , sekitar 20 kilometer (12 mil) dari Denpasar , kuil Tanah Lot terletak di sebuah batu besar lepas pantai yang telah dibentuk terus-menerus selama bertahun tahun oleh gelombang laut.

Tanah Lot diklaim karya imam abad ke-15 Nirartha . Selama perjalanannya berkeliling sepanjang pantai selatan ia melihat sebuah batu Cantik yang berbentuk pulau kecil dan beristirahat di sana. Beberapa nelayan melihatnya, dan membelikannya hadiah. Nirartha kemudian menghabiskan malam di pulau kecil tersebut. Kemudian ia berbicara kepada para nelayan dan mengatakan kepada mereka untuk membangun sebuah kuil di atas batu karena dia merasa, tempat itu sangat cocok menjadi tempat suci untuk menyembah dewa laut Bali.

Pura Tanah Lot yang dibangun telah menjadi bagian dari mitologi Bali selama berabad-abad. Candi ini merupakan salah satu dari tujuh candi laut di sekitar pantai Bali. Setiap candi laut yang didirikan dalam penglihatan berikutnya untuk membentuk rantai sepanjang pantai selatan-barat.Namun, setiap candi memiliki pengaruh signifikan Hindu.

Di dasar pulau berbatu kuil Tanah Lot, terdapat ular laut beracun yang diyakini untuk menjaga kuil dari roh jahat dan penyusup. Seekor ular raksasa konon melindungi candi, yang diciptakan dari syal Nirartha ketika ia mendirikan pulau tersebut.

Pariwisata Tanah Lot


Daerah yang mengarah ke Tanah Lot sudah sangat komersial, sehingga orang-orang harus membayar untuk memasuki daerah tersebut. Untuk mencapai kuil, pengunjung harus berjalan kaki melalui toko-toko suvenir, dengan format pasar yang meliputi setiap sisi jalan sepanjang pantai. Di daratan puncak tebing, restoran juga telah disediakan untuk wisatawan.

Ada sejumlah besar restoran di bagian atas tebing yang menawarkan pemandangan, tapi makanan disini  kurang spesial. Saran terbaik jika berada di sini adalah memesan minuman, untuk mengisi waktu luang Anda untuk sekedar berfoto-foto ataupun indahnya matahari terbenam.

Hampir semua restoran di Tanah Lot melayani Es Kelapa Muda (kelapa muda dingin). Ini adalah pilihan yang tepat, dan sangat menyegarkan sambil menonton matahari terbenam di Tanah Lot. Tidak hanya itu, Anda juga dapat membeli makanan tradisional, seperti lawar (semacam sayuran), beberapa minuman dingin, dll. Apakah Anda sudah mamasukkan Tanah Lot ke dalam agenda liburan Anda? -->

Pesona Pariwisata Danau Toba dan Pulau Samosir

|| || , || 1 comments

Danau Toba
Danau Toba mempunyai wisata alam yang luar biasa, wisata spiritual, wisata sejarah, atau pun wisata arsitektur dan kuliner. Suasana yang sejuk, nyaman dan menyegarkan, hamparan air yang jernih, serta pemandangan yang memesona dengan pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari deskripsi keindahan Danau Toba yang mengagumkan.

Danau Toba terbentuk akibat letusan gunung api super (Gunung Toba) sekitar 73.000-75.000 yang lalu. Diperkirakan sekira 2.800 km kubik bahan vulkanik dimuntahkan dari perut bumi melalui gunung tersebut saat meletus. Saat itu debu vulkanik yang ditiupkan angin telah menyebar ke separuh wilayah Bumi. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut. Menurut perkiraan, letusan gunung api super tersebut menyebabkan kematian massal dan kepunahan pada beberapa spesies mahluk hidup. Letusan Gunung Toba mempengaruhi peradaban dunia dengan terjadinya perubahan cuaca bumi dan mulainya zaman es.

Aktivitas Wisata di Danau Toba


Tebing Tinggi di Danau Toba
Danau Toba saat ini sudah menjadi salah satu keajaiban wisata alam yang menakjubkan di Nusantara. Danau Toba adalah danau berkawah yang sangat besar dimana pusat pulaunya hampir seluas negara Singapura. Dengan luas 1.145 kilometer persegi, Danau Toba sebenarnya hampir menyerupai lautan daripada danau. Danau Toba adalah danau terluas di Asia Tenggara dan terdalam di dunia yaitu sekira 450 meter. Danau bertipe vulkanik ini merupakan danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria di Afrika.

Di tengah Danau Toba terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir yang berada di ketinggian sekira 1.000 meter di atas permukaan laut. Di tengah Pulau Samosir ini juga ada lagi dua danau indah yang diberi nama Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Daerah sekitar Danau Toba memiliki hutan-hutan pinus yang tertata asri. Di pinggiran Danau Toba terdapat beberapa air terjun yang sangat memesona. Di pinggiran Danau Toba juga terdapat satu objek wisata bernama Tanjung Unta karena daratan yang menjorok ke danau ini memang menyerupai punggung unta. Di sekitar Danau Toba akan Anda temukan pula tempat pemandian air belerang yang dipercaya bermanfaat untuk menyehatkan kulit.

Menikmati Sejuknya Udara Danau Toba

Danau Toba adalah tempat yang cocok untuk bersantai dan menikmati pemandangan sambil bersepeda dan menikmati pemandangan gunung yang permai. Rasa penat yang Anda rasakan akan hilang saat menyambangi keindahan tempat ini. Danau Toba berada 900 meter di atas permukaan laut sehingga udara sejuknya sangat menyegarkan, jauh dari udara panas dan polusi kota.

Pulau Samosir (Danau Toba)
Sulit untuk membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau Toba, karena di sini Anda dapat melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang dan berperahu layar yang sanggup membius Anda dalam keindahan pemandangan yang menakjubkan. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan  suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan datang kembali setelah mengunjungi danau ini.

Anda dapat memberanikan diri ke Pulau Samosir di tengah danau dan menemukan pegunungan yang curam dengan kabut yang sejuk, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat setempat yang sedang menggiring kerbau ke ladang. Inilah tempat yang patut Anda kunjungi dan nikmati keramahan masyarakatnya. Di sini, kemanapun Anda pergi maka akan segera menemukan teman baru.

Danau Toba dan Masyarakatnya

Di pulau induknya, terdapat akomodasi di Kota Parapat. Parapat berada di semenanjung berbatu yang kecil dan menonjol ke danau. Dalam perjalanan ke Parapat Anda akan melihat pemandangan spektakuler. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun yang dikenal ramah mudah bergaul.  Masyarakat Batak terkenal menyukai lagu-lagu bertema cinta yang riang dan penuh perasaan. 

Banyak wisatawan lebih memilih tinggal di Pulau Samosir yang berlokasi di tengah danau raksasa ini. Sebagai tempat tinggal asli masyarakat Batak Toba, Pulau Samosir memiliki peninggalan zaman purbakala berupa kuburan batu dan desa tradisional. Di Tomok (Pulau Samosir) juga terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari). Di pulau ini Anda dapat menemukan kebudayaan Toba yang unik dan kuno. Pulau Samosir adalah tempat yang cocok untuk dikunjungi dan menghindari kepenatan rutinitas kota. Samosir mudah dijangkau oleh kapal ferri dari Parapat.

Meskipun telah menjadi tempat tujuan wisata sejak lama, Samosir merupakan keindahan alam yang belum terjamah. Beranikan diri keluar dari desa kecil Tuk-Tuk dan Tomok. Anda juga dapat menikmati suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotik yang memenuhi lahan.

Gedong Songo: Pesona Candi di Lereng Gunung

|| || , || Leave a comments


Jalanan berkelok, naik turun, dan semilir angin yang menerobos jendela mobil akhirnya mengantar kami sampai di pelataran parkir. Candi Gedong Songo. Inilah tujuan kami. Wisata budaya berupa komplek candi yang berada di kaki gunung Ungaran, tepatnya di desa Candi, Kecamatan Ambarawa yang berjarak 9 km dari kota Ambarawa dan 12 km dari kota Ungaran.

Nama candi ini cukup unik: Gedong Songo. Nama diberikan ini menyembunyikan cerita sejarah yang cukup unik pula. Gedong Songo berasal dari kata Gedong yang berarti bangunan dan Songo yang berarti sembilan. Mulanya, kompleks candi ini diberi nama Gedong Pitoe. Dinamakan demikian karena ketika Raffles [1804] menemukan candi ini terdapat tujuh kelompok bangunan. Dalam ekspolorasi berikutnya, ditemukan tidak hanya tujuh bangunan, tetapi ada sembilan bangunan. Jadilah naman Gedong Songo. Sejarah pendirian kompleks candi ini belum diketahui secara pasti. Menilik dari bentuk seni bangunan, para ahli menafsirkan pendirian candi Gedong Songo hampir semasa dengan kompleks candi di Dieng yang dianggap candi Hindu tertua di Jawa Tengah. Dengan demikian candi Gedong Songo dibuat dalam kurun waktu abad ke VII -IX Masehi, pada masa pemerintahan Syailendra.

Keunikan Candi Gedong Songo


Keunikan lain dari candi ini adalah letak candi yang terletak di lereng gunung. Suguhan pemandangan yang indah dengan hawanya yang sejuk dan segar menjadi daya tarik untuk melepaskan kepenatan. Keberadaan taman-taman dan pohon-pohon yang rindang dapat menajdi sarana untuk beristirahat sembari menikmati suasana dan keindahan alam. Begitu masuk gerbang masuk, pepohonan yang rindang dan taman yang tertata rapi telah menyambut. Suasana khas pedesaan seolah menyingkirkan segala beban dan penatnya pekerjaan. Pikiran menjadi segar dan fresh.

Aktivitas Wisata di Candi Gedong Songo

Petuangan dimulai dari bagian paling bawah. Kelompok 1, hanya terdiri dari sebuah bangunan yang menghadap kebarat. Bangunan Candi terbagi tiga bagian yaitu kaki, tubuh dan bangunan. Bilik candi berdenah bujur sangkar dan tengahnya terdapat yoni atau patung Dewa Siwa. Pada bagian dalam dinding bilik terdapat relung-relung, yang pada saat ini sudah tidak ada arca-arcanya.

Kelompok II, terdiri dari 2 (dua) buah bangunan induk berhadapan dengan sebuah Candi Perwara yang telah runtuh. Bangunan induk ini dihiasi dengan pelipit pelipit yang menonjol keluar. Atap candi bertingkat dilengkapi menara sudut. Ada relung-relung kecil yang dihiasi dengan hiasan sosok tubuh seorang wanita yang sedang duduk dan sosok tubuh laki-laki.

Kelompok III, terletak yang lebih tinggi dibandingkan dengan letak candi kelompok I dan II. Kelompok candi ini terdiri dari tiga buah bangunan, yaitu sebuah candi induk yang menghadap ke barat, sebuah candi apit yang terletak di sebelah kanannya, dan sebuah candi perwara yang menghadap kearah candi induknya. Bangunan di kelompok ini masih utuh, termasuk hiasan-hiasan yang ada pada setiap relung.  Relung dinding candi sisi utara berisi arca Dhurga mahisasuramardhini, relung selatan berisi arca Agastya, dan relung timur berisi arca Ganeca. Pada dinding sebelah kiri-kanan pintu masuk juga terdapat relung yang juga terdapat arca Nandiswara dan juga Mahakala. Bilik utama candi pada saat ini sudah kosong.

Dari kompleks ini kita akan mencium bau belerang. Memang disela-sela antara Candi Gedong III dengan Gedong IV terdapat sebuah kepundan gunung sebagai sumber air panas. Kita dapat mandi dan menghangatkan tubuh di sebuah pemandian yang dibangun di dekat kepunden tersebut. Bau belerangnya cukup kuat dan kepulan asapnya lumayan tebal ketika mendekati sumber air panas tersebut. Kepundan ini menyembunyikan sebuah misteri. Menurut cerita penduduk sekitar, konon sumber air panas ini dijaga oleh makhluk bernama Nyai Gayatri. Nyai Gayatri adalah salah satu dayang dari Raja Sima. Setelah meninggal, arwah Nyai Gayatri mendiami mata air ini. Mitos yang banyak beredar, mata air ini dapat membantu menyembuhkan penyakit bagi orang yang mandi di mata air ini.

Dari kepundan ini, kita bisa melanjutkan perjalanan menuju bangunan ke empat. Kelompok IV, hanya tinggal sebuah candi induk yang menghadap ke barat. Di sebelah kanan-kiri pintu masuk terdapat relung-relung. Selanjutnya bangunan kelompok V. Kelompok bangunan terletak paling tinggi. Diperkirakan dahulu terdapat banyak bangunan. Namun kini tinggal sebuah bangunan saja. Candi induk kelompok V ini mempunyai keunikan yaitu pada bagian dalam kaki di isi dengan tanah. Isian tanah ini jelas berbeda dengan bangunan lain yang berisi batu.

Sejarah Candi Gedong Songo

Dari sembilan candi yang ada, yang masih utuh sekarang hanya tinggal 5 (lima) bangunan candi. 4 (empat) candi yang lain tinggal berupa berupa pondasi dan reruntuhan bangunan. Candi-candi itu telah mengalami pemugaran-pemugaran. Candi Gedong I dan Gedong II telah dipugar pada tahun 1928 - 1929 dan 1930 - 1931. Sedangkan candi Gedong III, IV dan V dipugar pada tahun 1977 - 1983 .

Menilik bentuk dan ornamen yang ada, Candi Gedong Songo merupakan kelompok percandian yang bercorak Hindu. Hal ini dapat diketahui berdasarkan arca dan relief yang menempati relung-relung bangunan candi. Seperti arca Ciwa Mahadewa , ciwa mahaguru, ganeca, durga mahisasuramardhini, nadiswara dan mahakala serta yoni yang terdapat pada bilik candi.

Meski lelah mengitari kompleks candi Gedong Songo ini, namun ada rasa puas dan nikmat. Keindahan yang dinikmati mengalahkan rasa lelah. Kami melepaskan lelah dengan beristirahat di bawah. Di sekitar kompleks candi kelompok I dibangun taman yang rapi dan pohon-pohon yang rindang. Anda bisa menikmati keindahan itu. Sembari menikmati jagung bakar, kami menghabiskan waktu sembari bercanda dan ngobrol dengan sang penjualnya. Meski pun kami tidak membawa tikar untuk alas duduk, namun kami tak perlu khawatir. Ada banyak penduduk yang menjual jasa menyewakan tikar.
-->

Sejarah Candi Borobudur

|| || || Leave a comments
Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.

Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

Lokasi Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.

Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.

Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.
Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Setiap tahun pada bulan purnama penuh pada bulan Mei (atau Juni pada tahun kabisat), umat Buddha di Indonesia memperingati Waisak di Candi Borobudur. Waisak diperingati sebagai hari kelahiran, kematian dan saat ketika Siddharta Gautama memperoleh kebijaksanaan tertinggi dengan menjadi Buddha Shakyamuni. Ketiga peristiwa ini disebut sebagai Trisuci Waisak. Upacara Waisak dipusatkan pada tiga buah candi Buddha dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur.
Pada malam Waisak, khususnya saat detik-detik puncak bulan purnama, penganut Buddha berkumpul mengelilingi Borobudur. Pada saat itu, Borobudur dipercayai sebagai tempat berkumpulnya kekuatan supranatural. Menurut kepercayaan, pada saat Waisak, Buddha akan muncul secara kelihatan pada puncak gunung di bagian selatan.

Obyek Wisata Candi Borobudur

Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun
mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak.
Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Setelah mengunjungi Borobudur, Anda bisa juga mengunjungi desa di sekitarnya seperti Karanganyar yang memiliki beberapa obyek wisata menarik.

                                               Sumber : KumpulanInfo.com


Berburu Tradisional Ikan Paus di Laut Lamalera

|| || || Leave a comments
Lamalera terletak di Flores Timur-NTT - indonesia, merupakan destinasi wisata bahari yang tergolong “Tak Biasa”!  Musim berburu biasanya antara mei sampai septmeber setiap tahun, Mei-September merupakan musim berburu yang sudah dilakukan masyarakat Lamalera sejak berabad-abad silam,menurut cerita warga setempat,tdaisi berburu paus ini ini sudah ada sejak abad ke 16 !

Wisata Extreem di Laut Lamalera



Saat hendak melaut untuk berburu,warga biasanya melakukan ritual singkat di tepi laut, kemudian di lengkapi dengan berbagai peralatan, seperti tombak dan tali yang kuta tentunya, plus bebrapa perahu motor sebagai pendukung perburuan,dengan jumlah anggota berburu lebih dari 10 Orang. Hingga kini, kegiatan berburu paus ini kemudian menjadi destinasi wisata bahari baru di flores yang super extreem,dan tentunya menantang maut !

Setiap perburuan biasanya tak selalu menghasilkan tangkapan,maklum saja, yang di buru adalah Ikan Paus, ikan yang memilik bobot daging yang sedemikian besarnya, dan cukup untuk di konsumsi oleh penduduk satu desa Lamalera dengan porsi pembagian yang besar.

Resiko Berburu Ikan Paus di Laut Lamalera


Kadang-kadang pula mereka menjadi korban akibat empasan ekor ikan raksasa itu, yang kaget saat ditombaki. Perahu bisa langsung pecah dengan hanya sekali tebasan ekor paus. Maklum, bentangan sirip ekor ikan itu bahkan lebih lebar dari badan perahu tradisional yang digunakan untuk memburu ikan paus. Tak jarang jatuh korban jiwa.

Di indonesia, bahkan di dunia, berburu ikan paus hanya ada di sini, di lamalera-flores-NTT, dan tentu tak luput dari pro dan kontra. Walaupun sudah ada beberapa konvensi yang melarang perburuan ikan paus, tradisi berburu ikan paus ini  sampai sekarang masih tetap dipertahankan.  Para penduduk Lamalera mengatakan, mereka tahu ikan paus mana yang menjadi buruan mereka.  Ikan paus yang masih kecil dan yang sedang hamil tidak akan diburu. Hal itu untuk menjaga populasi paus di daerah Lamalera.


-->

Lembah Indah Ngarai Sianok di Gunung Singgalang

|| || || Leave a comments
Sebuah lembah indah yang terletak di Gunung Singgalang menjadi ikon pariwisata andalan Provinsi Sumatera Barat. Ngarai Sianok, nama lembah elok ini berada di perbatasan kota Bukittinggi, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bentangan megah lembah terjal memanjang hingga mencapai 15 kilometer. Lebarnya 200 meter dengan kedalaman jurang sampai 100 meter.

Karena dialiri “Batang Sianok” yang artinya sungai yang jernih, ngarai atau lembah ini disebut Ngarai Sianok. Batang Sianok kini bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak yg disaranai oleh suatu organisasi olahraga air “Qurays”. Rute yang ditempuh adalah dari Desa Lambah sampai Desa Sitingkai Batang Palupuh selama kira-kira 3,5 jam


Ngarai Sianok memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan Ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir di Palupuh, merupakan bagian dari patahan yang membelah dua Pulau Sumatera. Patahan yang terkenal dengan nama Patahan Semangko (bentuknya bagaikan semangka dibelah) ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau - hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal) - yang dialiri Batang Sianok yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai.

 

Panorama Alam Ngarai Sianok


Ngarai Sianok yang juga kerap disebut sebagai “Dream Land of Sumatera” memiliki panorama alam yang sangat mempesona dan udaranya begitu sejuk. Laksana selimut beludru hijau dikelilingi perbukitan asri, inilah penampakan lembah indah ini bila dilihat dari atas. Pada bukit-bukit di Ngarai Sianok tumbuh tanaman langka seperti Rafflesia atau Bunga Bangkai, tanaman obat-obatan, dan lain sebagainya. Di dasar ngarai Anda bisa berjalan-jalan santai, menyapa penduduk setempat yang tinggal di area permukiman di sekitarnya. Anda pun dapat menjumpai fauna beragam di Ngarai Sianok seperti monyet ekor panjang, siaman, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul, dan tapir.

Jika dinikmati dari Taman Panorama yang sengaja dibangun oleh pemerintah daerah di bagian kawasan Bukit Tinggi, keindahan Ngarai Sianok tampak sangat luar biasa. Dari Taman Panorama tersebut pula banyak wisatawan lokal maupun mancanegara menikmati matahari terbit dan tenggelam di Ngarai Sianok. Keindahannya begitu menakjubkan dan merupakan target yang bagus bagi fotografer profesional maupun amatir serta pelukis alam untuk mengabadikannya.

lembah21Ketika matahari terbit menyibak langit dan muncul dari celah-celah lereng ngarai dengan cahaya menyilaukan, atau saat “sang raja siang” itu bersiap rebah menjelang senja dengan meninggalkan jejak-jejak jingga di sisi dinding ngarai, merupakan pemandangan indah yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Aktivitas Wisata Di Ngarai Sianok


Bila Anda ingin menikmati keindahan ngarai dari Taman Panorama, cukup membayar retribusi sebesar Rp 3.000 per orang. Di Taman Panorama, pengunjung juga dapat menikmati pula lokasi wisata Lobang Jepang di bawah tanah kawasan Ngarai Sianok. Hanya saja perlu membayar biaya pemandu lagi sekitar Rp 20.000. Letak Lobang Jepang ini sekitar 40 meter di bawah tanah. Lubang ini didirikan pada 1942-1945 oleh penduduk-penduduk setempat atas perintah paksa tentara Jepang. Di dalam lorong bawah tanah, terdapat 21 lorong kecil. Di antaranya ada lorong penyimpanan amunisi, dapur, penjara, ruang sidang, ruang penyiksaan, tempat pengintaian, tempat penyergapan, dan pintu pelarian.

Untuk mencapai Taman Panorama Ngarai Sianok yang berjarak sekitar 1 km dari pusat Kota Bukittinggi (kawasan Jam Gadang dan Pasar Atas) dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki sembari menikmati kesejukan udara Bukittinggi. Pemandangan Ngarai yang memukau bisa dinikmati dari sana seraya melihat kelincahan monyet-monyet ngarai yang hidup bebas di kawasan Taman tersebut.

Sejumlah maskapai penerbangan menyediakan jadwal terbang dari Jakarta ke Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Dari Padang, menuju Bukittinggi yang berjarak 90 km dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan sewa atau minibus.

Nah, selamat berwisata ke Ngarai Sianok!


-->